<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Sintren &#8211; Reonk Post</title>
	<atom:link href="https://reonkpost.cilacap.info/tag/sintren/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reonkpost.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jul 2022 00:59:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/reonkpost/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Sintren &#8211; Reonk Post</title>
<link>https://reonkpost.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Smart Citizen Journalism</description>
</image>
	<item>
		<title>Kesenian Sintren, Tak Lekang Oleh Waktu</title>
		<link>https://reonkpost.cilacap.info/ci-48773/sintrentak-lekang-oleh-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Maman]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 00:08:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Budaya Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Gandrungmangu]]></category>
		<category><![CDATA[Sintren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reonkpost.cilacap.info/ci-48773/sintrentak-lekang-oleh-waktu</guid>

					<description><![CDATA[ aria-label="Reonk Post">ReOnkPost, Bantarsari &#8211; Sintren atau juga dikenal dengan Lais adalan salah satu kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon Jawa Barat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://reonkpost.cilacap.info" aria-label="Reonk Post">ReOnkPost</a>, Bantarsari &#8211; Sintren atau juga dikenal dengan Lais adalan salah satu kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon Jawa Barat.</p>
<p>Meski demikian, Kesenian ini juga terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Subang utara, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Tegal, dan Kuningan.</p>
<p>Sedangkan di Banyumas sendiri juga terdapat kesenian serupa yang bernama Lengger.</p>
<p>Diketahui, bahwa Kesenian Sintren dikenal sebagai suatu seni tarian dengan nuansa beraroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.</p>
<p>Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawang dengan diiringi gending 6 orang.</p>
<p>Gadis tersebut dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berselebung kain.</p>
<p>Pawang/dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar.</p>
<p>Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan tampil atau muncul dari kurungan sudah berdandan cantik, lalu menari diiringi gending.</p>
<p>Kesenian ini rupanya di Cilacap juga masih dilestarikan, seperti di Pertunjukan Sintren &#8220;Ngudi Laras&#8221; di salah satu kegiatan Expo di Gandrungmangu.</p>
<p>Pertunjukan Seni ini masih diminati masyarakat Gandrungmangu, terbukti dengan hadirnya banyak warga ke acara Expo pada Rabu malam (06/07/2022).</p>
<p>Sugiyono, salah satu pengurus Expo menegaskan, bahwa selain untuk menghibur para pengunjung Expo, Ia ingin nguri uri salah satu budaya lokal yang masih ada di Kecamatan Gandrungmangu sampai saat ini.</p>
<p>Sedangkan Sejarah Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama, hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar.</p>
<p>Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak.</p>
<p>Namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.</p>
<p>Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/07/07/FB_IMG_1657151030312_11.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kesenian Sintren di Expo Gandrungmangu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/07/07/FB_IMG_1657151030312_11-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kesenian Sintren di Expo Gandrungmangu]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
