Sampul kulit menggunakan coklat polos. Mushaf tidak lengkap karena pada bagian awal dan akhirnya telah hilang. Hiasan tengah mushaf terdapat di awal Surah al-Kahfi berupa perpaduan garis segi empat dan segitiga hitam putih.
Sudut luar bawah halaman tampak sedikit hancur dan sedikit agak kusam sebagai tanda bahwa mushaf ini dahulu sering digunakan.
Karakteristik Manuskrip Kuno di Museum Ranggawarsita
Tidak dapat dipungkiri begitu banyaknya manuskrip kuno yang terdapat di Nusantara, khususnya di pulau Jawa yang bertepatan dengan provinsi Jawa Tengah. Pada saat ini koleksi-koleksi manuskripnya dapat kita temui di museum-museum tertentu.

Gambar 2 Museum Ranggawarsita
Manuskrip kuno yang menjadi salah satu koleksi dari ‘Museum Ranggawarsita’ misalnya. Sebuah manuskrip yang berukuran 38 cm x 21 cm, dengan tebal mushaf 5,5 cm dan bidang teks 22,7 cm x 13,8 cm. manuskrip ini berbahan kertas Eropa dan cap kertas ProPratia.
Adapun kondisi naskahnya lengkap, tulisan pun dapat terbaca dengan jelas. Iluminasi gaya floral terdapat di bagian awal, tengah dan akhir naskah. Menilik warna tinta yang digunakan adalah hitam, merah dan kuning.
Secara umum, penulisannya menggunakan rasm imla’i. Perlu kita ketahui, bahwasanya naskah ini tidak memiliki nomor ayat maupun halaman, dan lingkaran sebagai tanda pergantian ayat.
Tidak ditemukan kolofon dalam mushaf ini, sehingga tidak diketahui penyalin dan kapan disalinnya. Mushaf ini merupakan salah satu koleksi dari Museum Ranggawarsita, hibah dari Temu Hadi, yakni salah satu keturunan generasi ke-3 murid Sunan Bayat.
Penulis:
1. Ahmad Junaedi
2. M. Usman Ali M
3. Janah Setyani Dewi
(Mahasiswa Kampus IAIN Kudus Prodi IQT/IH)
Tampilkan Semua
